Birena Kembali Lirik Lahan Tidurnya

Bogor – Birena di bawah komando Bidang Fundraising dan Properti (FP) melirik kembali lahan tidur mereka. Beberapa pengurus bergelut dengan cangkul dan garpu mengolah lahan yang terletak di kanan Masjid Al Hurriyyah tersebut. “Ngolah lahan lagi? Kok gak panen-panen?” canda dan sindir Ketua Umum DKM Al Hurriyyah Ust. E. Syamsuddin di kebun, Sabtu (17/3).

Hal tersebut juga diakui Ketua Bidang FP__Yusuf Muhammad__bahwa kebun Birena sudah lama tidak membuahkan hasil. Kurangnya perhatian dari para pengurus menyebabkan tanaman yang ditanam selalu gagal panen. Inilah yang menjadikan kegiatan berkebun selalu hanya sekedar mengolah lahan dan menanam, bukan kemudian merawatnya hingga panen.

Meskipun begitu bukan berarti kegiatan kembali mengolah lahan ini sia-sia. Harapan untuk mengelola kebun lebih baik dari sebelumnya menjadi tujuan. Berbekal semangat kepengurusan baru serta jumlah SDM yang lebih banyak, cita-cita panen raya harus tercapai.

Saat ditanya Ketua LDK Al Hurriyyah Khairil Azhar tentang tanaman yang akan ditanam, Andi menjawab akan menanam timun serta ubi jalar. Andi adalah anggota Bidang Kurikulum dan Kesiswaan (KK). Dan berkebun adalah salah satu program kerja Bidang KK yang juga termasuk ke dalam kurikulum Birena.

Direktur Birena 2011 Retno Kartikawati yang kebetulan melewati kebun memberikan semangat kepada para pengurus yang sedang bekerja. Sementara itu Kepala Sekolah Birena 2012 Agy Wirabudi Pranata juga memberikan apresiasinya dengan membelikan jus kepada pengurus setelah kerja usai.

Sejak ashar hingga menjelang maghrib, sembilan bedeng telah berhasil diolah. Meskipun masih banyak bedeng yang belum diolah kembali, kebun tua Birena kini sudah terlihat lebih baik. Penyelesaian pengolahan kebun pun akan dilakukan pada hari Sabtu (24/3).

Yusuf

Posted in Press Release of Birena | Leave a comment

Tugas Sosum

Nama           :Yusuf M/E34100095                Waktu          : Selasa/28-09-10

Asisten        :1.Gugie Nugraha/E24080031    Bab    :Interaksi &     2.Nur Elisa Faizaty/H34080039                   Struktur Sosial

Institut Pertanian Bogor

Penelitian di Tiga Desa Santri

Oleh:

Sunyoto Usman

A. Interaksi Sosial

a. Kekuatan Sosial

Dalam interaksi sosial elite, dalam hal ini pamong desa, petani kaya, dan pemuka agama menempati posisi penting yang  mampu mengendalikan aktivitas perekonomian sangat dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dibutuhkan kontak sosial dan komunikasi sebagai syarat dalam interaksi sosial.

.

B. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

A. Asosiatif

a. Kerja sama atas dasar :

1.   Kepentingan umumya itu pamong desa bersama petani kaya menjalankan proyek       pembangunan desa.

2.   Motivasi altruistic yaitu pula agama memberikan ceramah kepada warga desa santri sebagai semangat ibadah demi kemanusiaan.

b. Akomodasi

Suatu keadaan keseimbangan atau usaha mengakhiri pertikaian secara permanen. Toleransi saling menghormati antarwarga sesama dalam interaksi masyarakat desa santri. Antarkelompok : kelompok elit sebagai penghubung.

c. Asimilasi

Proses sosial yang ditandai dengan usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan. Antara elit-elit dalam masing-masing individual.

B. Disosiatif

a. Persaingan

  1. Antar individu : Adanya persaingan dalam pemilihan pamong desa.
  2. Antar kelompok : Persaingan antar kelompok pamong desa, petani, dan

pemuka agama untuk mendapatkan bagian yang dominan dalam pengambilan keputusan.

b. Kontravensi

  1. Antar individu : Pamong desa lebih sering melakukan interaksi dibandingkan

dengan petani kaya maupun pemuka agama.

  1. Antar kelompok : Kelompok minoritas memiliki kapasitas yang lebih

berpotensi ketimbang massa.

Nama           :Yusuf M/E34100095                Waktu          : Selasa/28-09-10

Asisten        :1.Gugie Nugraha/E24080031    Bab    :Interaksi &     2.Nur Elisa Faizaty/H34080039                   Struktur Sosial

Institut Pertanian Bogor

Tolong Bantu Perbaiki Pertanian Kami

Oleh:

Muhammad Sayfullah

  1. A. Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara kelompok-kelompok manusia, antar orang-perorangan dengan kelompok manusia. Proses orang mengorientasikan diri pada orang lain dan bertindak sebagai respon terhadap tindakan orang lain. Bentuk interaksi sosial sebagai respon terhadap orang lain.

  1. B. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

1. Asosiatif

A.  Kerja sama atas dasar :

  1. Antar perorangan yaitu Ade Suharso mencari jalan keluar dalam masalah

penebangan hutan dengan tokoh masyarakat Kandolo.

  1. Antar perorangan dengan kelompok yaitu pembagian TN Kutai antar warga

setempat dengan orang lain.

B.  Akomodasi atas dasar :

  1. Antar perorangan dengan kelompok yaitu Andi M, tokoh masyarakat Kandolo dengan beberapa jagawan untuk menyelesaikan masalah temu kayu.
  2. Antar kelompok dengan kelompok yaitu Pertemuan antara beberapa jagawan   dengan beberapa tokoh Kondolo untuk menyelesaikan masalah lahan hutan.

C. Asimilasi atas dasar :

  1. Antar perorangan yaitu warga desa yang awalnya bekerja sebagai petani bersama-sama merubah pekerjaan mereka menjadi pecari kayu karena sawah mereka kekeringan.

2. Disasosiatif

  1. Persaingan atas dasar :
  2. Antar perorangan yaitu Perebutan lahan TN Kutai antara warga desa Kondolo.
  3. Antar kelompok yaitu bantuan dari mitra TN Kutai untuk pembinaan masyarakat hanya pada daerah pinggiran buffer zone TN Kutai.
    1. Kontravensi atas dasar :
    2. Antar Perorangan yaitu Perdebatan antara Ade Suharso dengan tokoh masyarakat Kondolo karena kesalah pahaman tentang warga yang bekerja sebagai pencari kayu.
    3. Antar Perorangan dengan kelompok yaitu Ketegangan yang terjadi antara petugas di lapangan dengan warga masyarakat.

C.   Konflik atas dasar :

  1. Antar kelompok dengan kelompok yaitu Para petugas jagawan yang diancam kendaraan mobilnya dibakar oleh massa.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makalah PPKn

DAFTAR ISI

  1. KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………….ii
  2. DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………1
  3. BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….2
  4. BAB II PERMASALAHAN……………………………………………………………………4
  5. BAB III PEMBAHASAN……………………………………………………………………….5
  6. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………………7
  7. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………..8

BAB I

PENDAHULUAN

Demokrasi, sebuah kata yang diperjuangkan pada masa orde baru agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kritis dan visioner. Tidak hanya manut pada apa yang diucapkan oleh para penguasa, tetapi juga dapat memberikan sumbangsihnya kepada negara.

Dengan usaha yang tidak sedikit, akhirnya pada tahun 1998 tumbanglah rezim orde baru yang membatasi warganya untuk mengemukakan pikirannya dan terwujudlah reformasi pada pemerintahan yang demokrasi.

Pada demokrasi sekarang ini yang kita sebut sebagai masanya setiap insan untuk bebas mengeluarkan pendapat. Masa dimana setiap warga Indonesia berhak mengeluarkan segala yang ada di pikirannya. Bangsa kita mulai merintis masa dimana kita bisa mengkritisi apa yang terjadi di lingkungan pemerintahan. Hal itu yang kita kenal sekarang sebagai kebebasan berpendapat.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kebebasan berpendapat itu sendiri? Sebenarnya itu adalah hak asasi manusia untuk mengemukakan apa yang berada dalam benaknya.

Indonesia adalah negara hukum yang melindungi setiap warga negara dalam melakukan setiap bentuk kebebasan berpendapat, menyampaikan gagasan baik berupa lisan maupun tulisan. Hal ini dilindungi peraturan perundang-undangan di Indonesia, baik di dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 28 maupun diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 mengenai jaminan hak-hak sipil dan politik. Dimana poin-poin hak yang harus dilindungi oleh negara mengenai hak berpendapat, hak berserikat, hak memilih dan dipilih, hak sama dihadapan hukum dan pemerintahan, hak mendapatkan keadilan, dan lain-lain.

Praktek kongrit di lapangan, bangsa Indonesia masih sangat memprihatinkan. Adanya masih banyak kasus pelanggaran hak-hak sipil dan politik, baik yang mencuat di tingkatan nasional maupun lokal. Baik yang dilakukan oleh negara (pemerintah) secara langsung maupun secara tidak langsung (sebagai dalang di belakang layar) yang seharusnya pihak negara dalam membuat dan melakukan aktifitas kebijakan politik memposisikan jaminan hak sipil dan politik dengan melindunginya (protected). Karena dalam prespektif HAM adalah hak negara bersifat negatif (negative right) dengan cara melindungi setiap aktivitas hak-hak sipil politik warga negara bukan malah sebaliknya menjadi ‘biang kerok’ menghabisi atau memasungnya.

BAB II

PERMASALAHAN

Memang semua yang diatur dalam undang-undang dan arti dari kebebasan itu terlihat indah dan terdengar mudah. Tetapi apakah pada kenyataannya berjalan sesuai dengan yang diinginkan?

Nyatanya banyak masalah yang sering terjadi bersangkutan dengan adanya kebebasan berpendapat ini. Mulai dari pengekangan dari berbagai pihak yang merasa terancam atau juga kebebasan yang kebablasan dari yang akan mengemukakan pendapat juga dapat menimbulkan konflik.

Contoh yang dapat menggemparkan adalah kasus Prita Mulyasari yang dituntut oleh salah satu rumah sakit karena kecewa dengan pelayanan RS Omni (Rumah Sakit Omni Internasional). Rasa kecewa itu ditumpahkan (curhat) melalui email dan disebarkan melalui mailing list. Akhirnya berita kecewa itu menyebar dari satu email ke email lainnya, dari milis A ke milis B, dan seterusnya. Hingga akhirnya terbaca oleh pihak RS Omni. Penyelesaian yang ditempuh dari RS Omni adalah dengan memperkarakan Prita dan berujung pada penjara dengan delik aduan pencemaran nama baik.

BAB III

PEMBAHASAN

Berawal dari curhat melalui email dan disebarkan melalui mailing list, akhirnya Omni memperkarakan Prita dan berujung pada penjara dengan delik pencemaran nama baik. Prita yang didakwa dengan Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Undang-Undang ITE) yang berisi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik” kontan saja menimbulkan reaksi kontraproduktif dari pengguna internet (netter & blogger) Indonesia. Dengan teknologi internet, netter menumpahkan segala pendapat yang rata-rata menentang kesewenangan RS Omni dengan menuliskannya di blog, mendiskusikannya di forum online, milis, komentar blog, dan membuat komunitas maya mendukung pembebasan Prita Mulyasari dengan facebook, dan lain lain.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut adanya pelanggaran HAM dalam kasus ini. Kejaksaan Agung (Kejagung) pun memeriksa jaksa yang menangani kasus Prita.

Banyak kalangan menilai kasus ini sebenarnya hanya berawal dari kurang baiknya komunikasi antara pasien dengan dokter. Namun, mengapa Omni terkesan begitu reaktif dengan langsung menuduh Prita atas tuduhan pencemaran nama baik.

Namun lebih dari itu, publik menjadi bertanya seberapa jauh hukum bisa membatasi kebebasan berpendapat. Banyak yang menilai bahwa Prita hanya mencoba mengungkapkan dan memberitakan apa yang benar-benar dialaminya di RS tersebut. Tapi di lain pihak, RS Omni merasa bahwa Prita telah mencemarkan nama baiknya.

Di sini batas antara Prita mencemarkan nama baik dan hanya ingin bercerita menjadi kabur. Bukan hanya itu,ada juga yang berpendapat adanya penerapan pasal yang salah dalam kasus Prita ini. Prita pun dituntut perkara perdata sekaligus pidana.

Akhirnya pada tanggal 11 Mei 2009 Peradilan Tinggi Negeri Tanggerang memenangkan gugatan perdata RS Omni. Prita terbukti melakukan perbuatan hukum yang merugikan RS Omni. Prita dituntut membayar kerugian materil sebesar 161 juta rupiah sebagai ganti uang klarifikasi di koran nasional dan 100 juta rupiah untuk kerugian immateril. Lalu pada tanggal 11 Juli 2009 Hakim PN Tanggerang memenangkan gugatan perdata RS Omni dan mewajibkan Prita membayar 321 juta rupiah. Prita pun mengajukan banding. Di tingkat banding, pengadilan tinggi juga memutuskan Prita bersalah. Untuk kasus perdata, Prita harus membayar 204 juta rupiah dan meminta maaf melalui media cetak selama tujuh hari berturut-turut.

Banyak pihak yang merasa prihatin akan vonis yang diterima Prita. Bahkan untuk menutupi ganti rugi dari kalangan masyarakat membantu dana yang dikenal dengan koin untuk Prita.

Walaupun sempat ditahan, akhirnya setelah didesak oleh berbagai pihak dan dengan alasan kemanusiaan, Prita pun dibebaskan dari segala tuntutan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN

Dari kasus ibu Prita di atas, bahwa hak mengemukakan pendapat juga dibatasi oleh hak-hak orang lain. Walaupun dalam kasus Prita Mulyasari banyak pihak yang mengatakan bahwa Prita tidak bersalah dan banyak kejanggalan akan pasal-pasal yang dikenai dalam persidangan. Beliau juga hanya berniat menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya tanpa maksud untuk mencemarkan nama baik RS Omni.

Tetapi RS Omni merasa bahwa Prita berniat untuk mencemarkan nama baik rumah sakit. Oleh karena itu Prita pun dituntut perkara perdata sekaligus pidana oleh RS Omni walaupun kemudian Prita dibebaskan.

Dapat disimpulkan bahwa dalam mengemukakan pendapat, kita harus melihat apakah ada pihak yang merasa dirugikan atau tidak. Dan juga harus memikirkan dampak yang diakibatkan dari apa yang kita kemukakan.

4.2 SARAN

Agar kita terhindar dari apa yang dialami oleh Prita Mulyasari, alangkah bijaksananya ketika kita mengemukakan pendapat, kita juga memikirkan apakah pendapat kita dapat diterima oleh orang lain atau tidak. Kita juga harus mentaati peraturan norma-norma yang berlaku. Kita memang memilki hak, akan tetapi jangan lupakan hak orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

–          http://news.okezone.com

–          www.berita.liputan6.com

–          www.megapolitan.kompas.com

–          www.nasional.vivanews.com

–          www.sosbud.kompasiana.com

–          www.kompasinteraktif.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Arti Kejujuran

Nama   : Yusuf Muhammad

NRP    : E34100095

Laskar : 28

Ust. Ade Noor Syamsuddin, S.Si

Beliau adalah lulusan IPB jurusan biologi. Saat ini beliau adalah kepala sekolah kami di SMA IT Al-Kahfi. Selain itu dulu beliau adalah guru biologi kami. Pak Ade adalah seorang lelaki dengan visi dan misi yang sangat besar. Berkat dia pulalah sma kami, meskipun pada saat itu baru angkatan pertama dan belum mempunyai lulusan, tapi kami sudah bisa menikmati UN di sekolah kami sendiri dan mendapatkan akreditasi A. Berkat semangat yang beliau tularkan pada kami pulalah kami dapat masuk di universitas-universitas negeri yang ada di Indonesia, bahkan satu dari kami ada yang sudah berangkat ke Yaman untuk menuntut ilmu di sana.

Sebagai orang bervisi dan bermisi besar, Pak Ade telah mengajarkan kepada kami tentang artinya sebuah kerja keras, kejujuran, dan juga makna sebuah doa bagi seorang muslim. Baginya hasil bukanlah segalanya bila itu semua didapatkannya dengan kerja keras dan kejujuran, serta doa yang cukup kepada Allah SWT, tetapi jika sebuah hasil itu didapatkan seseorang dengan cara curang, maka baginya itu hanyalah omong kosong.

Meskipun tidak semua orang percaya kepada kami, tapi percayalah bahwa dibawah pimpinannya kami melaksanakan UN kemarin (2010) tanpa menyontek seratus persen. Sejak awal kelas dua belas kami sudah dibina untuk latihan soal-soal UN dengan berbagai macam try out. Ketika memasuki semester dua maka usaha kamipun ditingkatkan dengan bimbel-bimbel pelajaran UN. Bahkan pelajaran-pelajaran semester dua sudah banyak yang telah selesai di semester satu karena untuk persiapan menghadapi UN di semester dua.

Berbagai macam celaan hadir dari sekolah-sekolah sekitar karena kejujuran kami, tapi beliau tak pernah peduli dan tetap bangga, meskipun karena kejujuran kami, sebelas orang dari kami harus mengikuti UN susulan. Bahkan karena begitu pentingnya arti dari sebuah kejujuran, beberapa hari sebelum kami melaksanakan UN kami dikumpulkan, kemudian dibawah sumpah atas nama Allah SWT kami berjanji dan membuat pakta yang ditandatangani oleh beliau dan perwakilan dari kami bahwa kami tidak akan menyontek dan memberikan contekan pada saat UN berlangsung. Kita harus saling menolong dalam belajar tapi tidak dalam ujian, itulah petuah yang akan selalu menginspirasikan hidupku ini. Terima kasih guruku, semoga jasamu akan selalu kami kenang.

Posted in Cerita Inspirasi | Leave a comment